Tour Monas & Kota Tua Jakarta

KELAS XII UPW-1

Berawal dari inisiatif sang Tour Manager (Egi Firgiawan) yang ingin mengadakan praktek TourGuide and Tourplanning, kami tim 5 (M.Irham, Putri Alinda, Yeni, Saya (Ira) dan Egi) akhirnya membuat perencanaan. Setelah berdiskusi tempat tujuan dengan anak-anak XII UPW 1 akhirnya kami sepakat untuk ke Kota Tua dan Monas.

Sedikit membutuhkan perjuangan bagi kami untuk melaksanakan kegiatan ini, setelah kami bernafas lega telah selesainya biaya tour anak-anak, pembookingan bus dan segala perlengkapan yang dibutuhkan, ternyata disini puncak perjuangannya, kami memang belum mengerti mengenai proposal yang seharusnya kita gunakan prosedur tetapi kami kurang berpengalaman, itu sungguh sulit. Tapi pada akhirnya kami berhasil meminta persetujuan itu kepada Beliau.

 a. Keberangkatan

Rabu, tanggal 25 Mei 2011, kami siswa kelas XII UPW 1 berangkat menuju Monumen Nasional dan Museum Fatahillah, Jakarta untuk mengadakan praktek Tour Planning & Guiding. Sekitar pukul 06.30 murid-murid XII UPW1 berkumpul di SMKN 3 Cilegon.

Selama perjalanan di dalam bus, kami melaksanakan praktek Tour Guiding untuk menjelaskan salah satu obyek wisata yang akan di kunjungi, dimulai dari absen pertama Aa Suryana hingga nomor absen berikutnya. Selama praktek Tour Guiding berlangsung murid-murid mendengarkan, namun ada pula yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing (mengobrol, mendengarkan music, bermain gitar, dan lain-lain).

Sekitar pukul 09.30 kami memasuki wilayah kota Jakarta yang macet dan padat merayap. Sebelum sampai tujuan, perjalanan kami dimeriahkan oleh Reni alias Raeno Lingga salah satu teman kami yang bertingkah seperti wanita yang membuat para peserta tertawa dan gembira, sehingga selama macet tidak terasa.

    1. Observasi Museum Fatahillah, Kota Tua

Sekitar pukul 10.30 tibalah kami di museum Fatahillah, sesampai disana kami melihat gedung-gedung tua peninggalan zaman Belanda. Lalu kami memasuki museum tersebut dengan arahan seorang tour guide local. Beliau menyambut kami semua dengan ramah, sopan, dan baik. Beliau menjelaskan mengenai sejarah Gedung Fatahillah, lambing-lambang VOC, hukuman-hukuman gantung/pancung, serta benda-benda sejarah dan lukisan-lukisan peperangan dengan tentara VOC.

Terdapat pula yaitu penjara wanita yang berada di dalam lorong yang sangat kecil dan sempit, di tempat ini pernah pahlawan Indonesia diasingkan yaitu pahlawan dari Aceh Ny.Cut Nya’ Din. Beliau diasingkan disini berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Lalu setelah itu kami keluar gedung dan menuju sumur yang dahulunya sebagai sumur VOC dan tak jauh dari sumur tersebut terdapat sebuah meriam yang bernama “Meriam Si Jagur”.

Setelah mendengarkan sejarah mengenai meriam tersebut, tourguide pun mengakhiri pemanduannya, lalu kami semua pun berfoto-foto di bawah Patung Rafles, dan kemudian berpencar karena acara bebas. Seketika para peserta pun berpencar ke segala tempat, ada yang berkeliling dengan menyewa sepeda ontel khas Kota Tua, membeli pernak-pernik, ada yang membeli jajanan, berfoto-foto, bahkan ada pula yang membeli dan melihat cara pembuatan kerak telur (makanan khas Jakarta).

Setelah acara bebas kami semua berkumpul (breafing) di depan gedung fatahillah dan berfoto disitu untuk dokumentasi kami. Dan kami kembali menuju bus untuk meneruskan perjalanan kembali menuju Monumen Nasional (Monas).

 1. Observasi di Monumen Nasional

Sesampainya di Monas, kita berjalan menuju kawasan Monas yang lumayan jauh karena luasnya wilayah Monas. Di sepanjang jalan menuju Monasnya kami berfoto-foto ria.

Setelah itu kami menuju kebawah melewati lorong bawah tanah dan menaiki tangga untuk mencapai Museum Sejarah Nasional yang terletak di tengah-tengah Monas. Disitu kami dapat melihat replica menara Monas, Kota Jakarta, Pola transportasi makro kota Jakarta, dan minitur-miniatur pahlawan yang terdapat teks penjelasan sejarahnya.

Setelah menambah wawasan kami dengan sejarah zaman dahulu, kami pun bergegas menuju Lantai 2 untuk menuju ke puncak Monas. Untuk menuju ke puncak Monas, kami harus menaiki lift yang dapat menampung sekitar 11 orang, jadi kami pun harus mengantri dengan pengunjung-pengunjung lain. Dan menuju ke puncaknya membutuhkan waktu selama 2 menit.

Sampailah kami di puncak Monas, dari atas sana kami dapat melihat kota Jakarta, kami berfoto dengan tourist juga loh hehe, dan jika ingin melihat lebih jelas, terdapat pula teropong di setiap sisinya, yang dapat digunakan dengan memasukkan koin terlebih dahulu dan koin tersebut dijual seharga Rp 2.000,00-.

Setelah itu kami turun kembali tetapi turun melalui Cawan Monas, disitu angin berhembus kencang dan terasa sejuk, kami pun beristirahat sejenak setelah seharian melakukan perjalanan.

untuk menuju tempat parkir bus, kami menaiki kereta mobil dengan gratis, karena memang kereta tersebut adalah salah satu fasilitas untuk para pengunjung. Sebelum pulang peserta membeli pernak-pernik, barulah semua kembali ke bus, dan sekitar pukul 17.10 kami pulang kembali menuju Cilegon.

b. Perjalanan Pulang

Perjalanan pulang menuju Cilegon, di dalam bus kami bercerita, melihat-lihat foto dan lain-lain, terlihat wajah yang lelah tetapi senang. Ketika maghrib kami berhenti sejenak di Rest Area Karang Tengah, Tangerang km.17 untuk melaksanakan shalat.

Di perjalanan pulang kami bercanda-canda dengan mengadakan berbagai tebak-tebakan dan kuis yang menghibur, tapi karena lelah banyak para peserta yang tertidur. Lalu sekitar pukul 19.30 tiba di Masjid Agung Cilegon. Semua peserta pun pulang ke rumah masing-masing.